RSS

Tsunami

27 Apr

Hari ini ketemu teman yang kebetulan orang Aceh…selama ini kami ngobrol selalu tentang anak2 atau tentang aturan2 agama yang berhubungan dengan perempuan..misanya tentang alis yang gak boleh dicukur ato ngebahas soal gimana ngadepin persoalan2 sepele tapi buat pusing kepala  di rumah masing2…

Baru hari ini , gak tau mulainya gimana , kok obrolan nyampe ke masalah tsunami Aceh 2 tahun yang lalu, dan ternyata temanku itu kehilangan 50 anggota keluarganya (paman, bibi, sepupu, termasuk keponakan, ipar, 4 orang kakak/adik dan ayahnya). Kebetulan saat itu ada acara keluarga, sehingga seluruh keluarganya kumpul untuk merayakan. Temanku itu baru dapat tiket tgl 30 (4 hari setelah tsunami) sehingga dia belum ikut berkumpul dengan keluarganya di sana. Dan saat itu, dia di tangerang nangis2 menyesal karena gak bisa dapat tiket (ternyata Allah punya rencana lain untuk dia)

Tgl 26 pagi, sesaat sebelum gempa, ayahnya menelphone dan ngobrol2, tertawa2 sama temanku itu dan suami serta anak2nya.   Beberapa saat kemudian ayahnya menelphone  lagi, bilang bahwa terjadi gempa, dan kata temanku itu ayahnya menasehati dia tentang musibah, umur, dan sebagainya tanpa bisa disela, jadi temanku hanya mendengarkan ayahnya, lalu ayahnya bilang bahwa abang temanku itu datang, temanku bicara sebentar dengan abangnya juga, lalu abang dan ayahnya berpesan agar temanku itu rukun2 dengan suami dan keluarganya, didoakan selalu sehat. Lalu telephone ditutup.

Temanku merasa  tidak enak dan berusaha telephone balik ke aceh, ternyata tidak bisa.

Dan setelah itu baru dia tahu telah terjadi tsunami…dia pulang tgl 30, harus tidur di bandara, ke rumah sakit mencari2 sanak keluarga, disepanjang jalan hanya ada tangisan dan jenazah yang bertumpuk2..dan akhirnya menemukan jenazah ayah, abang dan adiknya, sanak keluarga yang lain.(walaupun ada juga yang gak ketemu)

Dia cerita bahwa saat ini ada rasa menyesal dihatinya karena pada saat dia mencari keluarganya, banyak anak2 yang langsung memeluknya sambil teriak ‘ibu’ (dia bilang dalam bhs aceh, tapi aku lupa), terus sepanjang jalan ke rumahnya, di jalan, banyak yang minta tolong, dia cuma bisa ngasih aqua dan kain, tapi hanya sebatas itu karena yang ada di pikirannya cuma mencari ayahnya, abangnya dan sanak keluarganya yang lain. Dia sekarang menyesal, kenapa saat itu dia hanya memikirkan keluarganya, dia bilang kalo di tangerang dia melihat pengemis dia sudah sedih bukan main, tapi saat dia sibuk mencari keluarganya, rasa kasih untuk orang lain (yang juga sangat membutuhkan pertolongan) tidak begitu dia rasakan

Dia cerita bagaimana dia melihat ada orang yang udah nemuin jenazah keluarganya tapi gak bisa apa2..karena gak mungkin kan dia memandikan jenazah dan menguburkannya sendirian. Masing2 mengurus keluarga masing2, masing2 tahlilan untuk keluarganya masing2.

Duh…jadi sedih..jadi terbayang bagaimana selama ini aku bahagia  dengan apa yang aku miliki, keluarga, rumah; sementara kalo Allah berkehendak, semua bisa hilang dalam sekejap.

Jadi terbayang, selama ini sangat takut dan kuatir kalo ayah ato ibuku bilang sakit (biar juga cuma batuk pilek), lha temanku itu ayahnya sehat, baru 5 menit nelpon, kok dimenit berikutnya udah gak ada.

Semoga Allah mengampuni semua dosa dan menerima seluruh amal ibadah semua korban tsunami.Amin.

Aduh…semoga Allah gak ngasih aku cobaan yang gak akan sanggup aku pikul ya…

Semoga Allah ngasih kesempatan untuk aku, ayahku, ibuku, anak2ku, suamiku dan seluruh orang2yang aku kenal, kesempatan untuk beramal sebanyak2nya, mengabdi sebaik2nya pada Allah.

Semoga Allah memberikan kesehatan dan kemudahan. semoga Allah memberikan kebahagiaan dan keselamatan dunia akhirat untuk kita semua …amin… 

 

Ya Ilahi……

Kini aku datang menghadap kepada MU

Setelah semua kecerobohon dan pelanggaran

Ku mohon maaf…..

Aku menyesal……..

Dengan hati yang hancur dan luluh

Ku mohon ampun……

Ku berserah diri……

Kuakui segala kenistaanku

Tiada kutemui tempat melarikan diri

dari dosa2 yang telah aku lakukan

Tiada tempat berlindung

Agar kuterlepas dari noda dan beban

Melainkan Kau kabulkan permohonan ampunanku

Dan memasukkan daku ke dalam lautan kasih-MU

(Doa ini diajarkan oleh Maulana Amiril Mukminin Ali bin Abi Thalib Alaihima-Assalam, pada salah seorang murid dan pengikut setianya Kumail bin Ziyad)

 

 
5 Komentar

Ditulis oleh pada April 27, 2008 in satatan harian, uneg-uneg

 

5 responses to “Tsunami

  1. hanggadamai

    April 28, 2008 at 7:48 am

    aminnn.
    diriku juga jadi kebayang..😦

    sedih ya….

     
  2. nh18

    April 28, 2008 at 9:32 am

    Aahh …
    Musibah itu memang dahsyat sekali …
    semoga mereka yang tertimpa musibah itu … sekarang sudah kembali bersemangat lagi dan kembali menjalani hidup dengan ikhlas

    amin…..

     
  3. realylife

    April 28, 2008 at 3:49 pm

    Ya Allah , lindungilah kami semua
    doakan saya semoga bisa ke Banda Aceh ya ukhti , melihat kebesaran Allah , dan melihat progress yang ada sesudah tsunami
    amin

    amin. Hati2 ya…semoga perjalanannya lancar, selamat ….amin.
    Nebeng liat photo2nya ya….

     
  4. ayaelectro

    April 28, 2008 at 7:28 pm

    semoga negara kita tidak ditimpa begitu banyak bencana lagi, amin!

    amin ya Robb…..
    Gimana kabarnya ‘Ya…??

     
  5. yanti

    Mei 8, 2008 at 1:42 pm

    Orang mensyukuri hidup sering karena sudah kehilangan kesempatan untuk bersyukur…
    Orang… meendekatkan diri… kapadaNYa seringkali karena “kebutuhan” diri sendiri…, bukan karena rasa taqwa…

    Tidak sulit sebetulnya… untuk selalu bersyukur dan bertaqwa… sebelum musibah datang… dengan selalu membuka mata hati pada lingkungan disekeliling…

    Pertanyaannya adalah MAUKAH KITA????

    (Doaku… untuk seluruh orang yang sedang menghadapi ujianNYA…. semoga selalu diberi kekuatan dan Iman)

    Amin…ya robb….amin…
    maunya sih mau mbak….tapi memang banyakan lupanya ya….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: